Setiap negara memiliki landmark dan kebudayaan masing-masing dan menjadi ciri khas mereka. Dan adanya ciri khas itu bisa berasal dari berbagai macam aspek, misalnya : simbol negara, landmark yang terkenal, kebudayaan, makanan khas, seni, arsitektur, bahasa, teknologi, dan lain sebagainya. Ketika kita membicarakan tentang negeri sakura ini, maka akan otomatis teringat pada banyak hal, seperti : ramen, robot, bunga sakura, dan pekerja keras. Beragam keunikan itulah yang menjadi alasan dibalik kesuksesan Jepang sebagai sebuah negara. Dan tidak heran pula jika di negara tersebut memiliki banyak destinasi wisata yang patut kita kunjungi saat sedang berada di negeri matahari terbit itu.

Jepang sendiri merupakan negara kepulauan, yang dimana di negara tersebut memiliki 4 pulau utama dan 1.000 pulau-pulau kecil. Adapun pulau yang tergolong sebagai pulau utama, yakni : Hokkaido, Honshu, Shikoku, Kyushu. Secara bentuk geografisnya, pulau tersebut sangatlah berdekatan dan dihubungkan oleh adanya jembatan, terowongan, dan jalan layang. Negara Jepang memiliki luas wilayah 377.819 km2 dengan jumlah penduduknya sekitar 126.926.000 jiwa. Di Jepang, hampir semua wilayahnya berupa area pegunungan dan daratan sempit. Dalam sejarahnya, bidang industri di Jepang kini telah menjadi penghasilan utama dalam segi perekonomian. Industri ini menjadi berkembang pesat tepatnya setelah kekalahan Jepang di dalam Perang Dunia II. Dan produk industri paling populer dari negara ini adalah : motor, alat elektronik, alat listrik, alat kantor, besi, baja, dan bahan kimia. Hebatnya lagi, banyak dari produk buatan Jepang tersebut yang sudah diekspor hampir ke seluruh negara di dunia, dan tentunya juga sangat populer. Selain itu, Jepang memiliki keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Meskipun sudah tergolong sebagai negara maju, tetapi di negara Jepang juga masih melakukan kegiatan di sektor pertanian, beberapa hasil pertanian yang terkenal di Jepang, antara lain : gandum, beras, sayur, dan buah. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, menjadikan kegiatan pertanian di Jepang sudah menjadi lebih modern. Selain itu, di Jepang juga masih terdapat kegiatan perikanan sebagai sumber penghasilan ekonomi yang menjanjikan. Sama seperti bidang pertanian, adanya bidang perikanan di sini juga sangat berkembang. Hal ini didorong oleh sifat konsumtif dari mayoritas masyarakatnya yang gemar mengkonsumsi makanan yang terbuat dari ikan dan seafood. Itulah mengapa segala jenis produk olahan dari laut termasuk sangat penting bagi mereka.

 

Sejarah Pembagian Distrik di Jepang

Dahulunya, distrik disebut sebagai “kōri”, dan dibentuk pada era Reformasi Taika. Dan setelah itu, selama berada di bawah pemerintahan Kode Taihō, nama kōri diubah lagi menjadi “Jùn”, dan diartikan bahwa sebuah distrik berada satu tingkat di bawah provinsi namun statusnya lebih tinggi daripada desa. Sejak tahun 1889, kota menjadi satu kesatuan dengan prefektur dan sudah independen dari sebuah distrik. Dan sebelum tahun 1878, hampir seluruh wilayah di Jepang terbagi atas beberapa distrik. Pembagian tersebut bertujuan untuk menjadikan distrik sebagai salah satu unit administratif, tetapi kota-kota besar tetap dipisahkan dari distrik tersebut. Semua prefektur (kecuali pulau terpencil) dibagi menjadi beberapa bagian distrik pedesaan dan perkotaan. Di dalam segi geografis, banyak distrik yang digabung menjadi satu, dan ada pula distrik yang tetap terpisah dari distrik lainnya. Selain itu, ada pula beberapa distrik yang telah diubah namanya, dan mengalami restrukturisasi wilayah karena digunakan sebagai area perbatasan antara sebuah distrik dengan prefektur kota. Di beberapa kota-kota besar seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka masih memiliki wilayah distrik mereka sendiri, tetapi selain ketiga kota besar tersebut, antara distrik perkotaan dengan distrik pedesaan telah dipisahkan satu sama lain.

Setelah mengalami banyak pergantian mengenai distrik, di era sekarang ini, kota dan desa di Jepang sudah masuk ke dalam sebuah prefektur. Karena sejak tahun 1920, distrik tersebut tidak lagi memiliki wilayah administrasi. Dengan adanya demikian, sebenarnya membuat banyak distrik yang telah dihapus, dan jika pun masih ada itu juga hanya ada di satu atau dua desa tertentu saja. Meskipun memang di era sekarang desa dan kota jauh lebih berkembang daripada era pemerintahan Meiji. Tetapi sebenarnya, keberadaan dari distrik itu hanya sebagai cara untuk mengidentifikasi letak kota dan desa terdekat secara geografis.

 

Mengenal Tentang Distrik Populer di Jepang

1. Akihabara

Distrik yang satu ini dikenal sebagai “kota listrik” di Jepang. Bagi anda para pecinta game dan teknologi canggih, maka anda wajib untuk mengunjungi Distrik Akihabara ini, sebab selain banyak toko elektronik canggih yang terkenal, di sini juga ada beberapa tempat menarik lainnya, seperti : arcade, video game, anime, maid cafe, dan juga kuil yang terkenal. Selain itu, di distrik ini juga sangat lekat kaitannya dengan JKT48 dan AKB48. Sebabnya penyanyi group AKB48 ini berasal dari distrik ini.

2. Shibuya

Shibuya terkenal dengan pusat perbelanjaan yang berada di dalam kawasan distrik ini. Tempat ini merupakan tempat yang paling ramai di Tokyo. Sebab, Shibuya adalah pusat mode di Jepang, disana banyak kaum muda trendi yang mengunjungi Shibuya hanya untuk berbelanja fashion. Toko yang paling terkenal di Shibuya ini adalah “Shibuya 109” dan sudah dikenal hingga ke mancanegara. Selain unggul dalam bidang fashion, ternyata di Shibuya juga memiliki sebuah bangunan bergaya kontemporer yang juga terkenal, yakni “Shibuya Hikarie”. Uniknya lagi, bangunan ini sengaja dibangun agar bisa langsung terhubung ke stasiun terdekat, dan Shibuya Hikarie ini memiliki 10 lantai yang menawarkan berbagai model fashion terkini juga.

3. Roppongi

Berbeda dengan Distrik Shibuya yang terkenal sebagai distrik perbelanjaan dan fashion. Maka di Distrik Roppongi ini lebih dikenal sebagai distrik hiburan di Jepang. Di sini merupakan tempat berkumpulnya masyarakat lokal dan turis asing terutama bagi mereka yang senang mengunjungi tempat hiburan malam, seperti bar dan nightclub. Namun, jika anda mengunjungi Distrik Roppongi di siang hari, maka anda bisa melihat “Museum Seni Mori”. Di dalam museum tersebut anda bisa menikmati karya seni dan artefak terkenal, selain itu anda juga bisa menikmati pemandangan kota yang mempesona melalui “Sky View”.

4. Adachi

Di dalam Distrik Adachi ini terdapat tempat pemandian berbayar yang sangat terkenal. Selain itu, di sini juga ada beberapa tempat pusat kebugaran, misalnya : “Adachi Ward General Sports Center” dan “Adachi Ward Comprehensive Sports Center Tennis Field”. Adachi juga dikenal sebagai tempat yang sering mengadakan event tahunan yang menarik, yakni : Festival kembang api (di bulan Juli) dan juga New Year Eve yang biasa diselenggarakan di Kuil Nishiarai Daishi.

5. Setagaya

Meskipun mungkin nama distrik yang satu ini kurang populer di masyarakat. Tetapi tidak ada salahnya jika anda juga mengunjungi Distrik Setagaya ini. Hal utama yang bisa anda lakukan di sini adalah menikmati pemandangan kereta tua yang melintas di tengah kota melalui jalur kereta Setagaya. Selain itu, anda juga bisa menikmati pemandangan kota Tokyo dari Observatorium Carrot Tower yang berada di area Sangen-Jaya. Jika anda kurang menyukai ketinggian, anda juga bisa mengunjungi Kuil Gotokuji. Di kuil tersebut akan banyak ditemukan “maneki neko” atau patung berbentuk kucing yang tangan sebelah kanannya terangkat ke atas.